Proud of You, Mas!
Selamat Mas Adit untuk pencapainnya!
Bismillah,
Tak henti-hentinya rasa syukur kami sekeluarga haturkan pada Allah Sang Pemilik Alam Semesta. Kamis (6/10/16), bertempat di Sentul International Convention Center Bogor, akhirnya suami bisa bergabung dengan ratusan wisudawan pasca sarjana setelah jatuh-bangun menyelesaikan study-nya. Rasanya... seperti pecah bisul! Lega!
Suami, pria pekerja keras yang semangat belajarnya luar biasa, terlebih ditambah dengan kisah perjuangan sekolah pascanya ini sangat menginspirasi saya. Mengikuti perjuangannya menyelesaikan study semakin membuka mata saya, Life isn’t easy! Hard work, it’s a must!
Saat masih bekerja di sebuah perusahaan swasta di sekitar Jakarta, kuliah beliau terbilang lancar dan berjalan seperti biasa layaknya mahasiswa pasca lain yang masuk di akhir pekan di luar jam kerja. Qodarullah,beliau diterima di salah satu perusahaan negara dan harus ditugaskan di luar Jakarta. Lalu bagaimana dengan nasib study-nya?
Saat teman-teman seangkatannya bisa selesai tepat waktu, beliau terpaksa cuti kuliah atas kondisi yang tidak memungkinkannya untuk melanjutkan kuliah di awal dinas barunya. Ternyata beliau tetap bersemangat melanjutkan kuliah meskipun sempat “berhenti” di tengah jalan.
Satu Tahun dinas di perusahaan negara, Allah mempertemukan kami kembali (setelah lost contact about 3 or 4 years) dan akhirnya memutuskan untuk menikah hanya dalam waktu sekejap *sudah sadar Nur?
Menjadi istri beliau membuat saya mengikuti perjalanan-menjelang-akhir dalam meraih master di bidang teknik. Wow tidak gampang! Menemani beliau ke kampus mengumpulkan tugas-tugas kuliah. Bersama memperbaiki tugasnya yang salah, muter-muter cari fotocopian, warnet, dengan kondisi Jakarta yang super macet dan crowded. Konsultasi ke dosen pembimbing sampai Bogor, beberapa kali, KRL-an bareng, rebutan kursi dengan penumpang kereta yang lain, ngangkot berdua, basah kuyup bersama berjam-jam karena payung tak mampu lagi melindungi kami dari hujan *hujannya deres banget euy. Beberapa kali bahkan kami sempat beradu argumen, lelah, gerah, marah campur jadi satu dalam perjalanan *Ah kangen suamiku.
Mendampingi beliau sidang proposal (di saat menegangkan seperti itu masih sempat-sempatnya kasih kejutan manis di hari lahirku *mewek) dan mendampingi saat sidang utamanya *asli, ikut deg-degan!
Awalnya Mama sempat ragu jika menikah sebelum lulus kuliah akan mengganggu study mas setelah harus tertunda karena dinas. Ternyata mas mampu menyelesaikan kuliahnya sesuai target meskipun telah menikah. Alhamdulillah akhirnya Mas lulus dengan nilai yang memuaskan. Tercapailah mimpi Bapak, anaknya telah menyelesaikan masternya.
Ikhtiar suami membuahkan hasil, beliau meraih gelar master teknik meski harus dengan perjuangan jatuh-bangun. Once again, selamat mas sayang! I love u...

Komentar
Posting Komentar