Lumpuh Otak Tak Melumpuhkan Mimpi Dhea
Ketika saya dan Ishha melihatnya dari kejauhan, kemudian mendekatinya sambil melambaikan tangan, ia dengan raganya yang telah lama ditopang kursi roda elektrik, membalas lambaian tangan kami dengan bubuhan senyum. Ditemani ibunda dan pengasuhnya, Dhea Erissa, mahasiswa jurusan Antropologi 2011 ini terlihat sangat ramah menyambut kami. Setelah berkenalan dan meminta izin kepada ibudanya untuk mengajak Dhea berbincang, kami mengawal Dhea menuju toko buku Bloc di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Univerisitas Indonesia (UI). Di toko buku yang merangkap sebagai restoran itu, mulailah kami mengulik kehidupan Dhea yang akan menjadi materi berita human interest ( feature ) untuk pemenuhan tugas kuliah. Perempuan yang pada Desember ini berusia 19 tahun, menderita Celebral Palsy, atau kelumpuhan otak . Ini adalah k ondisi dimana syaraf motorik otak terganggu, sehingga menyebabkan gerak dan reflek Dhea tidak seperti orang pada umumnya. Selain itu, Dhea juga harus memakai kursi ...