Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2015

KUHARAP (Tentang Dua Bulan Sebelum Dinikahi #2)

Gambar
foundtheworld.com ​ Kuharap pernikahan kita adalah dermaga. Dermaga yang menghubungkanku ke suatu pulau, yaitu kamu .  Pulau di mana aku akan berpasrah diri untuk hidup di sana. Tanpa butuh pertolongan evakuasi. Pulau yang kuharap tak pernah bosan kujelajahi. Mulai dari udara, tanah,  hingga pantainya.  Mulai dari pikiran, impian hingga tubuhnya. Kuharap pulau itu surga dunia untukku. Hanya untukku. Semoga akan selalu ada hal baru yang kutemukan di sana. Dan aku tak mau mati kebosanan di pulau itu. Aku sadar bahwa aku sampai di pulau itu karena Tuhan membuat kapal layarku sampai di tempat yang terbaik. Maka aku selalu minta ke Tuhan, untuk selalu menjaga tempat itu tetap baik. Tetap berbunga, indah, berdiri tegar meski kerap dihantam debur ombak. Sehingga aku akan selalu betah dan merasa aman hidup di sana. Kadang kupikir, kenapa Tuhan buat aku terdampar terlalu cepat? Lalu kurenungkan kembali, mungkin Tuhan takut aku tersesat terapung-apung di lautan luas.  Atau ter...

Reminder

Sejatinya manusia harus bisa mengambil pelajaran dari setiap kejadian dalam hidupnya, baik atau buruk. Ya, saya kembali belajar hari ini.  Saya terlalu naif, menganggap diri ini kuat tanpa menyadari batas kemampuan.Seolah mesin yang terus dihidupkan tanpa henti hingga akhirnya si mesin aus tak mampu bergerak lagi. Bergeraklah kamu sesuai kemampuan tanpa harus memaksakan diri. Tenanglah dalam setiap langkah.Dinginkan pikiranmu dan jauhkan dari segala prasangka. Lawan ketakutanmu. Jangan mengeluh dan rasakan sensasinya yang luar biasa ketika kamu tidak mengeluh. Jangan berekspektasi terlalu tinggi. Pasrahkan semuanya pada Sang Pencipta, karena Dialah pengatur segalanya. Find your happiness...

Tentang Dua Bulan Sebelum Dinikahi #1

Gambar
Pinjem gambar dari  www.eharmony.co.uk Selamat malam Jakarta Pusat dan kegembiraan di sudut-sudutnya. Kami baru saja pulang dari pertunjukan "POLISI" milik Teater UI di Festival Teater Jakarta Pusat. My fiance was not in a good condition today. But i beg him to accompany me to watch it. Salah satunya karena Bang Pian, pelatih Teater UI, main di lakon itu. Dan aktingnya kerrreen! Back to the story. You know what? Belakangan ini saya meragukan kesiapan saya. Meragukan apa benar saya sudah sebegitu yakin memilih dia? Apa benar saya sudah sebegitu yakin menjadi istri orang? Biasanya kalau pikiran ini datang, saya selalu hitung-hitungan. (Padahal kata Sudjiwo Tedjo, kalo kamu ditanya kenapa mencintai dia? Terus kamu mikir: karena...... Itu bukan cinta. Itu itung-itungan. Ohyayaa benar juga..Tapi kenapa jadi Sudjiwo Tedjo..) Tapi yasudahlah. Saya anaknya pelupa soalnya. Jadi saya harus tulis sebagai pengingat diri saya dan untuk future me ke depan. Bahwa saya pilih dia karena dia s...