Menekan Angka Kematian Ibu dan Bayi melalui SMS Bunda

Masih jelas dalam ingatan, dua dari delapan target MDGs (Millenium Development Goals) tahun 2015 adalah menurunkan angka kematian anak dan meningkatkan kesehatan Ibu. Ditargetkan pada tahun 2015 terjadi penurunan angka kematian anak dari 34 per 1.000 kelahiran hidup (2007) menjadi 23 per 1.000 kelahiran hidup (2015). Angka kematian Ibu juga ditargetkan mengalami penurunandari 228 per 100.000 kelahiran hidup (2007) menjadi 102 per 100.000 kelahiran hidup (2015). Namun, masih terjadi disparitas regional pencapaian target, masih terdapat perbedaan akses pelayanan kesehatan terutama di daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan.
Kenyataannya, Semester pertama tahun 2016 ini angka kematian Ibu masih cukup tinggi, salah satunya yang terjadi di Kabupaten Rote Ndao Nusa Tenggara Timur, pulau terluar bagian Selatan Indonesia. Telah terjadi 6 kasus kematian Ibu di Kabupaten Rote Ndao terhitung dari bulan Januari sampai Juni 2016.  Begitu juga untuk kematian Bayi Baru Lahir telah terjadi kematian lebih dari 15 kasus di Kabupaten Rote Ndao. Data tersebut berdasarkan hasil AMP (Audit Maternal Perinatal) bersama Dinas Kesehatan Propinsi di Kabupaten Rote Ndao.
Kematian Ibu dan bayi yang cukup tinggi lebih banyak disebabkan karena kurangnya pengetahuan, ketidaktahuan tentang kondisi-kondisi yang berpotensi menyebabkan terjadinya masalah selama kehamilan dan menyusui atau berpotensi mengganggu kesehatan anaknya hingga menyebabkan kematian, kurang mendukungnya akses fasilitas pelayanan kesehatan terutama di daerah terpencil, perbatasan, kepulauan.


Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesehatan Ibu dan bayi dengan meningkatkan kesadaran Ibu untuk melakukan ANC (Ante Natal Care) atau periksa kehamilan rutin sehingga jika ada kelainan pada janin dan ibu dapat diketahui lebih dini, misal ibu hamil dengan hipertensi kita khawatirkan terjadi pre eklampsi dan eklampsi. Proses persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan, tidak lagi ditolong oleh paraji atau dukun. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan tenaga kesehatan khususnya bidan dalam proses rujukan. Sehingga jika ada komplikasi atau penyulit dalam proses persalinan, bidan bisa memutuskan untuk segera melakukan rujukan yang tepat.Pengetahuan dalam perawatan bayi, perawatan tali pusat bayi. Memotivasi ibu untuk memberikan ASI Eksklusif, dengan ASI Eksklusif diharapkan daya tahan tubuh bayi meningkat karena berdasarhasil penelitian telah membuktikan bahwa ASI dapat meningkatkan daya tahan tubuh  bayi dan memenuhi segala nutrisi yang dibutuhkan. Peningkatan pengetahuan ibu pentingnya dilakukan imunisasi dan vaksinasi terhadap bayinya.
Lembaga nirlaba Jhpiego juga berupaya membantu memecahkan masalah tingginya angka kematian Ibu dan bayi dengan meluncurkan SMS BUNDA guna meningkatkan kesadaran ibu hamil dan ibu dari anak yang berusia hingga dua tahun untuk menjaga kesehatan. Layanan SMS BUNDA bisa diakses dengan mendaftar ke nomor 08118469468. Ibu yang sudah mendaftar akan memperoleh pesan singkat secara rutin secara gratis. Diharapkan dengan adanya SMS BUNDA dapat meningkatkan pengetahuan dan bisa diaplikasikan oleh para Ibu dengan dukungan penuh dari keluarganya.


Di Era Modern ini dengan kemajuan alat telekomunikasi yang telah merambah hingga pelosok negeri diharapakan para Ibu sudah dapat mengakses SMS BUNDA dengan mudah. Pemerintah dan tenaga kesehatan setempat juga diharapkan dapat membantu memfasilitasi dan mendukung program-program positif yang dapat meningkatan kesehatan Ibu dan bayi. Dengan kerjasama yang baik dari berbagai pihak dipastikan akan terjadi penurunan angka kematian Ibu dan bayi di Indonesia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bumi Jawa