All About "Tausiyah Cinta"

Alhamdulillah, saya mendapat kesempatan langka 'nonton bareng' film Tausiyah Cinta bersama sahabat-sahabat Forum Lingkar Pena Jakarta. Tausiyah Cinta, karya apik anak negeri yang begitu kental mengusung nilai-nilai keislaman di tengah hiruk pikuk persaingan dunia perfilman saat ini. Masih lekat di benak kita film Ketika Cinta Bertasbih yang juga begitu kuat ruh keislamannya dengan pemeran yang mayoritas adalah pendatang baru -audisi- hingga akhirnya menjadi Box Office Movie di Indonesia, film Tausiyah Cinta pun mampu menghadirkan rasa yang tak kalah indah dengan pemain-pemain pendatang baru, sebut saja Ressa Rere, Rendy Herpy, dan Hamas Syahid Izzuddin. Idealisme para penggarap film menjadikan 'taste dakwah' Tausiyah Cinta lebih greget dan bukan profit oriented.

Tausiyah Cinta menceritakan kehidupan sehari-hari seorang Rein yang diperankan oleh Ressa Rere, gadis muda yang taat, multitalent dan berprestasi, namun dia harus dihadapkan pada situasi yang sulit masalah jodoh. Banyak lelaki yang ingin meminangnya tetapi dia tetap berpegang teguh pada prinsipnya bahwa dia hanya akan menikah dengan seseorang yang bila dengannya maka surga Allah terasa begitu dekat.
Kalimat Rein yang begitu berkesan bagi saya, "Bahwa ganteng itu berdurasi, hanya yang mencintai Al Quran yang abadi."
Konflik batin seorang Lefan -diperankan oleh Rendy Herpy- yang merasa hampa di kehidupannya, keluarga yang berantakan di tengah karirnya yang begitu cemerlang. Hingga akhirnya ia bertemu Azka -diperankan oleh Hamas Syahid- yang mampu mengubah hidup Lefan lebih religius.
Di sisi lain Azka seorang 'alim dan penghafal Al Quran dengan karir cemerlang sebagai Arsitek tidak serta merta memiliki hidup yang sempurna tanpa cobaan, Allah menguji Azka dengan kehilangan indera penglihatan. Perasaan down begitu menghantui Azka hingga akhirnya ia mampu bangkit kembali dan bersemangat menuntaskan hafalan Al Quran.
Hati meleleh mendengar lantunan ayat-ayat suci dari layar lebar saat para penghafal Al Quran melakukan murojaah hafalan mereka. Masya Allah, Jadikan kami dan keturunan-keturunan kami seperti mereka yang begitu mencintai Al Quran.
Film yang most recommended untuk ditonton, membuat kita bersemangat untuk terus belajar dan memperbaiki diri. Hanya sedikit kelemahan dalam film ini, alur yang lompat-lompat dan terlalu banyak cameo membuat film ini terasa kurang fokus, Puncak masalah pun terasa kurang klimaks.
Semoga semakin banyak film-film keren seperti Tausiyah Cinta yang idealis bertujuan dalam menyerukan kebaikan. Dukung terus film Indonesia!

Judul Film  : Tausiyah Cinta
Produksi     : Beda Sinema Pictures
Sutradara   : Humar Hadi
Produser     : Suwandi Basyir, Azwar Armando, Izharul Haq, Yulyani
Pemain       : Rendy Herpy, Ressa Rere, Hamas Syahid I, dll 
Penulis       : Umank Ady, Yuli Retno W, Maryam El Qibtiyah, Nadia S
Rilis           : 7 Januari 2016

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bumi Jawa